Oleh: Barlie
Pemerintahan baru Kota Makassar periode 2025–2030 yang dipimpin oleh pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota MULIA – Munafri Arifuddin dan Aliya Mustika – telah memulai langkah awal yang patut diapresiasi tinggi. Salah satu program unggulan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat adalah pemberian seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP.
Di tengah kondisi ekonomi yang kian menantang, ketika harga kebutuhan pokok terus merangkak naik dan beban hidup masyarakat semakin berat, hadirnya program ini ibarat setetes embun di tengah teriknya matahari. Pemerintah tidak hanya hadir sebagai pembuat regulasi, tetapi benar-benar menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat kecil, terutama kalangan keluarga menengah ke bawah.
Keuntungan Bagi Masyarakat
Tidak semua orang tua mampu membeli seragam baru tiap tahun ajaran. Bagi keluarga dengan dua atau tiga anak usia sekolah, biaya seragam bisa menjadi beban yang signifikan. Program ini menghapuskan kekhawatiran itu, sehingga anggaran keluarga bisa dialihkan untuk kebutuhan lain seperti makanan bergizi, alat tulis, atau tabungan pendidikan.
Mengurangi Kesenjangan Sosial di Sekolah:
Seragam yang seragam—secara harfiah—menghapus batas antara anak dari keluarga mampu dan yang kurang mampu. Ini menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar yang merata. Anak-anak tidak lagi merasa minder karena memakai seragam lusuh atau berbeda model.
Memperkuat Identitas dan Rasa Kebersamaan: Seragam bukan hanya pakaian, tetapi juga simbol identitas dan kedisiplinan. Program ini membantu sekolah menjaga kekompakan dan karakter siswa. Dalam jangka panjang, hal ini membentuk kepribadian yang lebih tertib dan bertanggung jawab.
Meningkatkan Partisipasi Sekolah: Tak sedikit kasus anak-anak yang enggan bersekolah karena tidak punya seragam layak. Kini, alasan itu sirna. Program ini mendorong lebih banyak anak untuk semangat bersekolah, sekaligus menekan angka putus sekolah.
Kebaikan Pemerintah untuk Masa Depan Kota
Apa yang dilakukan oleh pemerintahan pasangan MULIA bukan sekadar pemberian bantuan materi, tetapi sebuah bentuk investasi sosial dan pendidikan jangka panjang. Pemerintah menunjukkan bahwa mereka memahami akar persoalan masyarakat, dan meresponsnya dengan tindakan nyata, bukan janji semata.
Lebih dari itu, program ini menjadi simbol komitmen moral dan sosial dari kepemimpinan yang peduli. Ini adalah bentuk pemerintahan yang turun tangan, bukan sekadar tunjuk tangan. Program ini pun membuka lapangan kerja bagi UMKM konveksi lokal dalam proses pengadaan seragam, sehingga roda ekonomi lokal pun ikut berputar.
Seragam sekolah gratis bukan hanya tentang kain dan benang. Ia adalah bentuk nyata dari kasih sayang negara kepada warganya. Ini adalah pesan bahwa setiap anak di Makassar berhak tampil percaya diri, berhak mendapatkan pendidikan, dan berhak bermimpi setinggi langit.
Semoga program seperti ini menjadi awal dari banyak langkah mulia lainnya, demi membangun Kota Makassar yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya. Karena kota yang besar bukanlah kota dengan gedung tertinggi, tapi kota yang bisa memastikan anak-anaknya tumbuh dengan bahagia dan bermartabat
Terima kasih Pak Wali!

Leave a Reply