Makassar, Inilah.co.id – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadapi krisis iklim semakin nyata. Kini, langkah strategis ditempuh melalui kolaborasi internasional bersama Kota Yokohama, Jepang, dalam proyek ambisius bertajuk Zero Carbon City.
Kolaborasi ini secara resmi dimulai dengan kunjungan kehormatan dari Konsul Jenderal Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, yang datang bersama delegasi Pemerintah Kota Yokohama. Kunjungan ini sekaligus menandai dimulainya fase baru kerja sama antar dua kota pesisir ini.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut hangat delegasi dan menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya isu nasional, tetapi juga tanggung jawab kolektif di tingkat lokal.
“Makassar terus berbenah menjadi kota yang siap menghadapi tantangan masa depan, termasuk ancaman perubahan iklim,” ujar Munafri di Balai Kota, Senin (4/8/2025).
Pertemuan tersebut juga menjadi momen peluncuran (kick-off) resmi proyek Zero Carbon City, yang fokus pada pengembangan transportasi dan sistem energi bersih. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.
Munafri menjelaskan bahwa kerja sama ini akan menjadi langkah strategis untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan di Makassar.
Dari pihak Jepang, Konsul Jenderal Ohashi menyampaikan dukungan penuhnya terhadap inisiatif ini. Ia menyebut Makassar sebagai kota yang serius dalam merespons isu iklim secara konkret.
“Kami percaya kolaborasi ini akan menjadi model sukses bagi kerja sama antar kota di Asia. Lewat pertukaran teknologi, pengalaman, dan pengetahuan, kita bisa menciptakan solusi nyata,” kata Ohashi.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Jepang melalui Kementerian Lingkungan Hidup aktif mendorong inisiatif serupa di berbagai belahan dunia sebagai bagian dari upaya global menuju netralitas karbon.
Makassar sendiri selama ini telah aktif mengikuti pelatihan dan lokakarya yang difasilitasi pemerintah Jepang, termasuk membangun koneksi dengan perusahaan teknologi energi dari Negeri Sakura.
Adapun fokus utama proyek ini meliputi:
- Pengembangan transportasi publik rendah emisi
- Efisiensi energi di bangunan pemerintah
- Integrasi energi terbarukan, seperti panel surya dan smart grid
- Peningkatan kapasitas SDM dan transfer teknologi
Rencana jangka pendek mencakup penyusunan peta jalan bersama serta pelaksanaan proyek percontohan di beberapa titik di Makassar.
Dengan kolaborasi ini, Makassar tidak hanya mempercepat perjalanannya menuju kota bebas emisi, tetapi juga berpotensi menjadi panutan bagi kota-kota lain di Indonesia dan Asia Tenggara.
“Inilah wujud nyata kerja sama lintas negara untuk masa depan bumi yang lebih hijau,” pungkas Munafri.

Leave a Reply