Makassar, Inilah.co.id — Pemerintah Kota Makassar kian mantap melaju menuju predikat Kota Sehat 2025, dengan fokus pada kesejahteraan warga dan kolaborasi lintas sektor.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa keberhasilan konsep Kota Sehat menuntut komitmen berkelanjutan dari semua pihak.
Pernyataan itu ia sampaikan saat memaparkan strategi dan capaian dalam Rapat Koordinasi Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat di Balai Kota Makassar, Rabu (13/8/2025).
Di hadapan tim penilai Kementerian Kesehatan, pria yang akrab disapa Appi ini mengurai prestasi Makassar pada sembilan tatanan Kota Sehat, mulai dari kehidupan sehat, permukiman, hingga penanggulangan bencana.
Kehidupan Sehat Mandiri mencatat 29 indikator dengan capaian 81%, termasuk peningkatan angka harapan hidup menjadi 72,78 tahun dan penurunan stunting ke 3,12%. Inovasi seperti Posyandu Era Baru, layanan dokter on call 24 jam, hingga dokter spesialis untuk wilayah pulau menjadi andalan.
Permukiman dan Fasilitas Umum meraih capaian 81%, didorong oleh peningkatan indeks kualitas lingkungan dan pembangunan IPAL Losari berkapasitas 16.000 m³/hari.
Satuan Pendidikan berada di posisi teratas dengan capaian 95%, berkat pengawasan lingkungan sekolah dan inovasi Podcast Adiwiyata.
Pasar menunjukkan kemajuan signifikan, dengan 5 pasar telah menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan peningkatan fasilitas ruang ASI.
Di Perkantoran dan Perindustrian, seluruh IKM mendapat pembinaan K3, sementara mall pelayanan publik kini memiliki ruang bermain anak dan ruang laktasi.
Pariwisata mengandalkan desa wisata dan asuransi wisata untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, sedangkan Transportasi fokus pada bus sekolah gratis, pemasangan 243 CCTV, dan penurunan fatalitas kecelakaan.
Perlindungan Sosial berhasil menekan angka kriminalitas hingga 46%, menyediakan rumah aman, dan pusat pembelajaran keluarga.
Sementara itu, Penanggulangan Bencana dilengkapi kajian risiko terbaru dan edukasi kesiapsiagaan ramah anak.
Munafri menegaskan, semua capaian ini merupakan hasil kerja kolektif.
“Data menunjukkan kita di jalur yang tepat, tapi perjalanan belum selesai. Kota Sehat hanya bisa terwujud jika semua bergerak bersama,” tutupnya.

Leave a Reply