Ilham Permana Apresiasi Laju Ekonomi: Industri Manufaktur Jadi Motor Penggerak

Ilham Permana Apresiasi Laju Ekonomi: Industri Manufaktur Jadi Motor Penggerak

Anggota Komisi VII DPR RI, Ilham Permana.

Jakarta, Inilah.co.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Ilham Permana, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,12 persen (yoy) pada kuartal II 2025.

Ia menilai angka ini menjadi bukti ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global dan ketidakpastian geopolitik.

Yang lebih menggembirakan, kata Ilham, adalah pertumbuhan sektor industri manufaktur yang mencapai 5,68 persen, lonjakan signifikan setelah tiga tahun stagnan di kisaran 4 persen.

“Ini bukti bahwa arah kebijakan pemerintah, terutama dalam industrialisasi berbasis nilai tambah, sudah berada di jalur yang tepat,” ujar politisi Partai Golkar itu, Selasa (5/8/2025).

Industri pengolahan tercatat memberi kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi, sebesar 1,13 persen. Ilham menekankan bahwa ini bukan sekadar angka statistik, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Ia juga menyoroti peran manufaktur yang menyumbang 18,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan menargetkan angka itu bisa tembus di atas 20 persen pada 2029.

Hilirisasi dan Inklusi Industri Jadi Agenda Utama

Ilham Permana menegaskan pentingnya mendorong hilirisasi dan pemerataan kawasan industri di luar Pulau Jawa agar pertumbuhan ekonomi terasa lebih inklusif.

Ia juga menilai kekuatan pasar domestik yang tercermin dari pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,99 persen dan dominasi konsumsi rumah tangga adalah peluang besar untuk mendorong pelibatan UMKM dalam rantai pasok nasional.

“Ini saat yang tepat untuk memperkuat substitusi impor dan memberikan peran lebih besar pada pelaku usaha lokal,” ucapnya.

Dukungan Modernisasi dan Sinergi Sektor Strategis

Sebagai mitra pemerintah, Ilham Permana mendukung penuh upaya modernisasi sektor riil melalui digitalisasi industri, penguatan kawasan industri baru, dan reformasi insentif fiskal.

Namun ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah besar: ketimpangan wilayah industri, ketergantungan bahan baku impor, dan rendahnya kapasitas teknologi lokal.

“Kita harus melangkah lebih jauh. Industri nasional harus benar-benar jadi pilar utama yang tangguh dan kompetitif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ilham mendorong integrasi sektor industri dengan pendidikan vokasi, riset terapan, dan transisi energi hijau. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus dibangun di atas fondasi keberlanjutan, keadilan, dan kemandirian.

“Pertumbuhan bukan soal angka semata, tapi soal arah dan nilai,” tandasnya.

Ilham Permana mengajak semua pihak, pemerintah, parlemen, dan dunia usaha, untuk menjaga semangat kolaborasi dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. “Saya optimis, industri nasional bisa jadi lokomotif utama pembangunan, asal kita punya visi yang selaras,” pungkasnya.

Leave a Reply