Gubernur Sulsel Tinjau Program Stop Stunting di Takalar dan Jeneponto

Gubernur Sulsel Tinjau Program Stop Stunting di Takalar dan Jeneponto

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turun langsung meninjau pelaksanaan program Aksi Stop Stunting (ASS) di Desa Lengkese, Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar, serta di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Selasa (19/8/2025).

Jeneponto, Inilah.co.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turun langsung meninjau pelaksanaan program Aksi Stop Stunting (ASS) di Desa Lengkese, Kecamatan Manggarabombang, Kabupaten Takalar, serta di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Selasa (19/8/2025).

Dalam kesempatan itu, ia didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina.

“Kali ini kami melakukan evaluasi acak di Jeneponto dan Takalar,” ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, tinjauan ini penting untuk memastikan seluruh rangkaian program berjalan sesuai standar. Ia mengapresiasi sejumlah capaian positif, meski masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki.

BACA JUGA:  Kementan dan Pemprov Sulsel Percepat Implementasi PM-AAS, Targetkan 91.340 Hektare Budidaya Padi

“Menu makanan secara umum sudah baik, tetapi ada yang masih perlu penyesuaian. Misalnya wadah harus standar stainless, porsi nasi menyesuaikan usia anak, serta respon cepat bagi anak yang butuh rujukan medis karena penyakit penyerta,” jelasnya.

Ia menekankan, penanganan stunting membutuhkan keseriusan dan ketelitian agar anak-anak mendapatkan gizi seimbang demi tumbuh sehat.

BACA JUGA:  Pendapatan Pajak Sulsel Meningkat, Gubernur Andi Sudirman Beri Apresiasi Wajib Pajak di Gebyar Pendapatan 2026

Program Aksi Stop Stunting sendiri menargetkan 15.120 anak di 504 desa, dengan pendekatan intensif selama 59 hari. Selama periode itu, anak-anak akan menerima tambahan makanan bergizi, edukasi pola makan sehat, serta pemantauan pertumbuhan oleh tenaga ahli.

Untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, Pemprov Sulsel mengerahkan lebih dari 1.000 Tim Pendamping Gizi Daerah (TPGD) dan kader PKK desa. Para pendamping juga mendapat insentif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya.

Leave a Reply