Makassar, Inilah.co.id – Atlet muda binaan Club Ruhul Hawariyyun Guardian, Nadia Angraeni, berhasil meraih podium ketiga kategori U13 dalam Kompetisi Panahan Tradisional Forkot Makassar 2026 yang berlangsung di Lapangan Masjid Agung 45, Makassar, Minggu (18/10/2026).
Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Nadia sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pembinaan atlet usia dini yang dilakukan Club Ruhul Hawariyyun Guardian.
Kompetisi yang dibuka oleh Ketua KORMI Kota Makassar itu diselenggarakan oleh KORMI Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar dan PERPATRI Makassar. Ajang tersebut berlangsung meriah dengan partisipasi hampir 176 peserta dari berbagai wilayah di Kota Makassar.
Di tengah persaingan para peserta, Nadia mampu menunjukkan kemampuannya hingga berhasil menempati posisi ketiga. Hasil ini menjadi pengalaman berharga bagi atlet muda tersebut untuk terus meningkatkan keterampilan, konsentrasi, dan mental bertanding.
Bagi Club Ruhul Hawariyyun Guardian, prestasi Nadia bukan sekadar pencapaian di atas podium. Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pembinaan panahan yang menekankan keseimbangan antara kemampuan teknis, karakter, dan adab.
Klub ini membawa semangat melahirkan generasi pemanah yang beradab, tangguh, berprestasi, serta memiliki kedisiplinan dan semangat pantang menyerah.
Ketua Club Ruhul Hawariyyun Guardian, Isra, menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari medali yang diperoleh, tetapi juga dari proses panjang yang dijalani selama latihan.
“Prestasi bukan semata-mata tentang medali dan podium, melainkan tentang proses panjang yang dibangun melalui kedisiplinan, kesabaran, keberanian, dan semangat pantang menyerah,” ujar Isra.
Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu sarana bagi atlet untuk mengukur hasil latihan sekaligus belajar menghadapi tekanan, menerima hasil pertandingan, dan menghargai perjuangan peserta lainnya.
Podium ketiga kategori U13 menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan Nadia Angraeni sebagai atlet muda. Pengalaman bertanding di ajang yang diikuti banyak peserta diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Bagi atlet usia dini, proses pembinaan tidak hanya berkaitan dengan ketepatan mengenai sasaran. Panahan juga melatih fokus, kesabaran, pengendalian diri, serta kemampuan menjaga ketenangan ketika menghadapi tekanan pertandingan.
Club Ruhul Hawariyyun Guardian berharap pencapaian Nadia dapat menginspirasi anak-anak lainnya untuk mengenal olahraga panahan dan berani mengembangkan potensi melalui latihan yang terarah.
Ucapan selamat pun disampaikan keluarga besar klub kepada Nadia atas prestasi yang diraihnya.
“Barakallahu fiiki, Nadia Angraeni. Teruslah berlatih, tetap rendah hati, dan jangan pernah berhenti belajar. Setiap anak panah yang dilepaskan adalah bagian dari proses menuju prestasi yang lebih tinggi,” ucap Coach Isra, Ketua Club Ruhul Hawariyyun Guardian.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Club Ruhul Hawariyyun Guardian berkomitmen mendorong lahirnya atlet-atlet muda yang tidak hanya memiliki kemampuan memanah, tetapi juga menjunjung tinggi adab dan sportivitas.
Prestasi Nadia di Forkot Makassar 2026 menjadi pengingat bahwa pencapaian besar dapat dimulai dari langkah kecil, latihan yang konsisten, serta kemauan untuk terus belajar.
Ke depan, klub berharap semakin banyak anak yang tertarik mengikuti olahraga panahan dan memperoleh kesempatan untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.
Bagi Nadia dan Club Ruhul Hawariyyun Guardian, podium ketiga ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses panjang menuju prestasi yang lebih tinggi. (*)

Leave a Reply