Pemerintah Tutup Sementara SPPG Bermasalah Demi Penguatan Standar Keamanan

SPPI Batch 3 Mamasa Desak Kejelasan Pembayaran Gaji

Badan Gizi Nasional (BGN). © Pinterest

Jakarta, Inilah.co.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, mengapresiasi langkah pemerintah menutup sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang terdampak kasus keracunan massal di berbagai daerah.

“Langkah penutupan sementara ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan anak-anak. Dengan adanya evaluasi menyeluruh, kita berharap program MBG dapat kembali berjalan dengan standar yang lebih baik dan aman,” ujar Netty dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Netty menegaskan, program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan mulia untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang guna mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar. Karena itu, berbagai kelemahan teknis maupun operasional yang muncul harus segera dibenahi tanpa menghilangkan semangat awal dari program tersebut.

BACA JUGA:  Dibesarkan dengan Nilai Pengabdian, Putri Dakka Ukir Jejak ke DPR RI Mengikuti Warisan Sang Ayah

“Oleh sebab itu, berbagai kelemahan teknis maupun operasional yang muncul dalam pelaksanaannya harus segera dibenahi tanpa mengurangi semangat awal dari program tersebut. Kita harus melihat manfaat besar MBG bagi generasi muda. Karena itu, pembenahan perlu dilakukan agar manfaatnya tetap bisa dirasakan secara luas,” ujar Politisi Fraksi PKS ini.

Lebih lanjut, Netty menekankan pentingnya penguatan standar keamanan pangan di setiap dapur penyelenggara MBG/SPPG. Ia mendorong keterlibatan lembaga teknis seperti BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan daerah untuk memastikan keamanan pangan dan mutu gizi benar-benar terjaga.

Selain dari sisi teknis, Netty menilai keterlibatan publik juga sangat penting. Ia mengusulkan agar orang tua dan masyarakat turut dilibatkan dalam proses pengawasan sebagai bentuk transparansi dan upaya membangun kepercayaan bersama.

BACA JUGA:  Dibesarkan dengan Nilai Pengabdian, Putri Dakka Ukir Jejak ke DPR RI Mengikuti Warisan Sang Ayah

“Partisipasi publik penting agar ada kepercayaan bersama. Orang tua harus diyakinkan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak sudah aman, bergizi, dan sesuai standar kesehatan,” tegasnya.

Di sisi lain, Netty juga mengingatkan agar penutupan sementara SPPG tidak mengorbankan hak anak-anak untuk tetap mendapatkan asupan gizi harian. Ia meminta pemerintah menyiapkan mekanisme sementara atau alternatif distribusi pangan selama masa evaluasi berjalan.

“Anak-anak adalah pihak yang paling membutuhkan program ini. Jangan sampai mereka dirugikan. Selama evaluasi berjalan, pemerintah perlu menyiapkan mekanisme pengganti agar asupan gizi tetap terjaga,” pungkasnya.

Leave a Reply