Jakarta, Inilah.co.id — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perangkat elektronik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, muncul persoalan baru yang kian mengkhawatirkan: meningkatnya timbunan limbah elektronik (e-waste).
Data Global E-Waste Monitor 2020 menunjukkan, pada 2019 dunia menghasilkan 53 juta ton sampah elektronik, tetapi hanya 17,4 persen yang berhasil didaur ulang dengan benar.
Di Indonesia, jumlah e-waste mencapai dua juta ton pada 2021 — sebuah tren yang menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, mengingatkan bahwa e-waste mengandung zat berbahaya seperti merkuri, timbal, barium, hingga litium yang bisa merusak organ vital manusia serta mencemari tanah, air, dan udara jika tidak dikelola dengan benar.
“Melalui langkah sederhana seperti memilah dan menyerahkan e-waste ke pihak berkompeten, kita bisa menjaga bumi tetap lestari,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).
Enam Langkah Praktis Kelola Elektronik Bekas
Masyarakat bisa ikut mengurangi dampak e-waste dengan langkah praktis:
- Rethink – pilih perangkat tahan lama dan bergaransi.
- Reuse – manfaatkan kembali perangkat lama untuk fungsi berbeda.
- Refurbish – servis atau ganti komponen agar awet.
- Cek kembali – tentukan apakah disimpan, dijual, atau didaur ulang.
- Setor ke pengelola resmi – agar limbah berbahaya tidak mencemari lingkungan.
- Trade-in – tukar tambah perangkat lama dengan potongan harga produk baru.
Category Lead Electronic & Waste Management Rekosistem, Yohannes David Arieanto, menekankan pentingnya sistem sirkular.
“Pengelolaan e-waste bukan hanya membuang, tapi mendayagunakan kembali sehingga tidak menumpuk atau mencemari lingkungan,” katanya.
Mitra10 Hadirkan Program “Trade-In: Tukar Baru, Tambah Seru!”
Sebagai pelopor green retail, Mitra10 bersama Rekosistem menghadirkan program Trade-In yang menawarkan voucher belanja hingga Rp500 ribu bagi pelanggan yang menukar perangkat elektronik lama mereka.
Barang bisa diserahkan langsung ke toko, dijemput tim Mitra10, atau diajukan via formulir daring di [bit.ly/RekoHouseholdPickup].
Direktur Mitra10, Indra Gunawan, menegaskan program ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan.
“Kami ingin mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan langkah sederhana tapi bermakna. Inisiatif ini adalah wujud nyata kontribusi kami bagi lingkungan dan masyarakat,” tuturnya.
Kolaborasi Mitra10 dengan SCG menjadi bagian dari komitmen ESG 4 Plus yang fokus pada keberlanjutan lingkungan, menghadirkan solusi inovatif untuk mengurangi timbunan e-waste di Indonesia.

Leave a Reply