Makassar Segera Bagikan Seragam Gratis, Sekolah Dilarang Jual Atribut Lagi

Makassar Segera Bagikan Seragam Gratis, Sekolah Dilarang Jual Atribut Lagi

Ilustrasi © Diskominfo Makassar

Makassar, Inilah.co.id – Makassar kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun dunia pendidikan yang ramah, adil, dan bebas dari praktik pungli. Mulai bulan Juli ini, Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, akan segera menyalurkan seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa baru tingkat SD dan SMP.

Langkah ini menjadi salah satu program unggulan Appi-Aliyah yang langsung menyentuh kebutuhan dasar peserta didik dan meringankan beban orang tua di awal tahun ajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa proses penyaluran seragam sedang dalam tahap finalisasi. Ia memastikan, selama tidak ada hambatan berarti, seragam gratis akan mulai dibagikan bulan ini, bersamaan dengan masuknya siswa baru ke sekolah.

Program ini tidak hanya bertujuan membantu secara ekonomi, tapi juga sebagai bagian dari upaya serius untuk memutus praktik penjualan seragam dan atribut sekolah oleh pihak sekolah sendiri.

Sebanyak 33 ribu siswa telah terdata sebagai penerima tahap pertama, terdiri dari 19 ribu siswa SD dan 14 ribu siswa SMP. Setiap siswa akan menerima dua set seragam lengkap, yang jika ditotal, pemerintah akan mendistribusikan 66 ribu paket seragam kepada para peserta didik. Bagi siswa SD, seragam yang diberikan berupa dua stel putih-merah, sementara siswa SMP akan mendapatkan dua stel putih-biru.

Namun tak hanya soal pembagian, Achi menegaskan bahwa Pemkot juga mengambil langkah tegas dengan melarang sekolah menjual atribut atau seragam dalam bentuk apa pun.

Larangan ini bukan hal baru, karena telah ditegaskan sejak era kepemimpinan Kadis Pendidikan sebelumnya, dan kini diperkuat dengan arahan langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Achi, praktik jual beli seragam di lingkungan sekolah kerap menimbulkan ketidaknyamanan dan menciptakan peluang pungli, apalagi jika pemasok hanya itu-itu saja dan sudah terbentuk semacam kartel.

Dengan kebijakan baru ini, masyarakat diberikan keleluasaan untuk membeli atribut tambahan, seperti pakaian olahraga atau batik sekolah, di luar, termasuk dari para pelaku usaha lokal.

Hal ini diyakini dapat mendukung perputaran ekonomi di tingkat bawah, tanpa harus membebani orang tua lewat mekanisme yang dipaksakan oleh sekolah.

Achi juga mengingatkan para orang tua agar tidak terburu-buru membeli seragam. Pemerintah telah mengatur jadwal pemakaian seragam: hari Senin hingga Kamis menggunakan seragam utama (putih-merah atau putih-biru), dan khusus Jumat siswa akan mengenakan seragam olahraga. Bagi siswa kelas dua dan tiga, penggunaan seragam lama yang masih layak juga tetap diperbolehkan.

Adapun pembiayaan program ini berasal dari efisiensi anggaran daerah yang dialihkan ke sektor prioritas sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya penguatan belanja untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Makassar berharap tercipta iklim sekolah yang lebih transparan, bebas pungli, dan benar-benar menjadi ruang yang ramah untuk tumbuh kembang anak-anak kota ini.

“Kami ingin orang tua merasa tenang, dan sekolah tak lagi jadi beban, tapi justru jadi harapan,” ujar Achi Soleman.

Leave a Reply