Jakarta, Inilah.co.id – Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Marwan Dasopang, mengingatkan pemerintah Indonesia agar tak lengah menghadapi rencana besar Arab Saudi dalam transformasi ibadah haji.
Negeri Padang Pasir itu menargetkan bisa melayani lima juta jemaah haji per tahun pada 2030, seiring ambisinya menjadi pusat ibadah global berbasis teknologi digital.
“Kalau Indonesia tidak bersiap dari sekarang, bisa-bisa kita cuma jadi penonton di sistem baru Saudi ini,” ujar Marwan, Minggu malam (8/6/2025).
Marwan yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB menyoroti ketatnya pengawasan di berbagai checkpoint selama pelaksanaan haji tahun ini.
Ia mengatakan, meski suasana tampak lebih lengang, sistem pengamanan semakin ketat, tanda adanya perubahan besar dalam strategi Saudi untuk haji dan umrah.
“Ini bukan sekadar pengetatan. Ini bagian dari arah baru yang sedang dibangun Saudi menuju Vision 2030,” jelasnya.
Menurut Marwan, digitalisasi besar-besaran yang dicanangkan Saudi berpotensi mengubah total cara pengelolaan jemaah, termasuk kemungkinan munculnya sistem haji mandiri lewat aplikasi. Artinya, siapa saja bisa mendaftar tanpa melibatkan negara pengirim, termasuk Indonesia.
“Inilah yang mengkhawatirkan. Kalau akses aplikasi dibiarkan bebas tanpa kontrol, siapa pun bisa berangkat haji tanpa tercatat di sistem negara. Itu sangat berisiko bagi perlindungan jemaah kita,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa perlindungan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri bukan hal sepele. Undang-undang sudah menegaskan bahwa negara wajib hadir dalam setiap proses penyelenggaraan haji dan umrah.
Untuk itu, Marwan mendorong Badan Penyelenggara Haji Indonesia (BPHI) agar lebih proaktif, tidak hanya menunggu arahan atau bereaksi ketika sistem berubah. Ia menekankan pentingnya diplomasi dan koordinasi sejak dini dengan pihak Saudi.
“Kita harus duduk bersama, memahami keinginan mereka, dan menyiapkan perangkat yang bisa menjaga data, keselamatan, dan kenyamanan jemaah kita,” ujar Marwan.
Ia menutup dengan pesan agar pemerintah jangan hanya bersiap sebagai penonton dalam sistem baru yang tengah dibangun Saudi, tapi jadi mitra aktif yang mampu menjamin hak dan keselamatan seluruh jemaah Indonesia di masa depan.

Leave a Reply